Rabu, 20 Agustus 2014

Namanya Juga "Takdir"

Hari ini gue pasrah lagi sama yang namanya takdir.
Lo semua pasti juga pernah ngerasain hal ini, di mana lo sengaja input jadwal kelas sendiri tapi akhirnya tetep bareng sama mantan gebetan lo. Antara kesel, sebel, sama pengin banget teriak, "Anjis, gimana gue mau move on?"

(((sambil nangis di pojokan)))

"Biasanya sih, gitu. Apa-apa yang sengaja lo jauhin, justru sengaja Tuhan deketin."

Tapi, tapi, tapi... kan, gue mau move on. Kalau begini ceritanya sih, yang awalnya statusnya udah on progress jadi failed. Kan, sakitnya... in here. (((tunjuk-tunjuk hati yang udah banyak bolongannya)))

Tapi lagi, mau sekuat apa gue mau menghindar juga tetep harus gue jalani, kan? Ketemu tiap hari, satu kelas, asal ga satu hati lagi aja. Hehehe...

Yah... namanya juga takdir.

Minggu, 17 Agustus 2014

Ketika Suka Sama Pacar Orang

…….

…….

…….
Gue bingung mau nulis apa.
Suka sama pacar orang?
Eng….
Jadi gini….
Suka sama pacar orang itu nggak salah, yang salah itu kalo pacaran sama pacar orang. - temen.
(((Suara petir menyambar)))
Dan mendadak gue galau lagi…
Kampret emang temen-temen gue yang sukanya bikin gue gagal move on. Yang tadinya statusnya udah ‘on progress’ berubah jadi ‘failed’.
Suka sama pacar orang emang bikin dilema, bukan lagu Cherrybelle, bukan juga buah. Ini the real dilema.
Antara lo harus mengikuti kata orang kalau cinta harus dikejar, atau lo harus sadar diri bahwa dia telah dimiliki orang.
Suka sama pacar orang itu sama rasanya kayak lo udah suka sama baju yang dipajang di toko, udah niat mau beli, tapi lo nggak ada duit; cuma bisa mandangin dari jauh dan ngarep biar itu baju bisa jadi punya lo. Begitulah…

Parodi Sebelum Tidur

Hey! Malam ini, ketika mata mulai memejam… aku mengingatmu.

Sudah lama sekali, ya, aku tak mengingatmu. Mungkin, sudah beberapa tahun terlewati sejak aku terakhir mengingatmu.
Sebentar, aku ingin memperjelas lagi ingatanku tentang siapa kamu.
Kamu… bukannya kamu adalah dia yang dulu selalu memberikan pundaknya untukku bersandar kala dunia sedang tak bersahabat?
Bukannya kamu adalah dia yang dulu selalu menenangkanku ketika semua yang ku kejar pergi perlahan?
Bukannya kamu adalah dia yang dulu memberiku stimulan untuk kembali berjuang membuka pintu harapan yang aku pikir semua telah tertutup?
Bukannya kamu adalah dia yang…
Sebentar?
Aaargggh… aku terbangun!